Tips-tips Agar Lisan Kita Mulia, Insya'allah Bermanfaat

Oni
Sumber gambar ; http://thayyiba.com/

Salah satu nikmat terbesar bagi setiap manusia adalah lisannya. Sayang, tidak semua manusia memanfaatkan lisannya untuk hal-hal yang berguna, tak sedikit mereka menggunakan lisannya untuk hal-hal yang sia-sia bahkan mengandung unsur dosa, seperti : berkata-kata kotor, keji, berdusta, menggunjing, memfitnah, bergibah, bersumpah palsu, merayu wanita asing, dsb.

Padahal setiap orang yang dianugerahi nikmat, termasuk nikmat memiliki lisan, pasti akan diminta pertanggung jawaban. Allah SWT berfirman: Kemudian pasti kalian akan ditanya pada hari itu (Hari Kiamat) tentang nikmat (TQS at-Takatstsur [102]:8).

karena itu sudah selayaknya setiap Muslim/umat manusia memperhatikan, menjaga dan memelihara lisannya. hendaklah setiap Muslim/umat manusia hanya menggunakan lisannya untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendatangkan pahala. Jika tidak sanggup, maka Baginda Rasulullah SAW telah memberikan pedoman yang artinya “ siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, katakanlah yang baik atau diamlah”. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Karena itu, Ibn Abbas, sebagaimana dituturkan oleh Said bin Zubair, pernah suatu kali memegang lisannya seraya berkata “Qul khayran taghnam aw ushmuth taslam qabla an tandam (Hai lisan! katakanlah yang baik, niscaya kamu beruntung; atau diamlah, niscaya kamu selamat, sebelum kamu menyesal).” (Ahmad bin Hanbal, Fadha’il ash-Shahabah, II, 952).

Dalam riwayat lain, sebagaimana disebutkan oleh Said al-Jurairi, bahwa Ibn Abbas pernah berkata sambil memegang lisannya, “Celakalah kamu! katakanlah yang baik, niscaya kamu beruntung. Diamlah dari berkata-kata buruk, niscaya kamu selamat.” Seseorang selalu berkomentar, “Mengapa anda berkata demikian?” Ibn Abbas menjawab,”Karena saya pernah mendengar bahwa pada Hari Kiamat nanti, seorang hamba sangat membenci lisannya (karena keburukan lisannya saat di dunia).” (Al-Asbahani, Hilayah al-Awliyah’, I/327, Al-Bayhaqi, Syu’ab al-Iman, 7/16).

Kata-kata Ibn Abbas ini selara dengan sabda baginda Rasulullah SAW yang atinya;”Sesungguhnya kesalahan manusia yang paling banyak bersumber dari lisannya).” (Ath-Thabrani, Mu’jam al-Kabir. X/197).
Sumber gambar : http://www.dakwatuna.com/

Karena itulah, agar lisan kita mulia dan jauh dari kehinaan di dunia maupun di akhirat, setidaknya ada 3 hal yang perlu dilakukan;
Pertama: Lisan kita banyak digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT. Saat Muadz bin Jabbal bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab,”Lisanmu senantiasa basah karena selalu berzikir kepada Allah.”(Ibn al-Mubarak, Az-Zuhd wa ar-Raqa’iq, I/328).

Seorang Arab pedalaman juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,”Sesungguhnya bagi saya syariah Islam itu banyak jumlahnya. adakah satu saja yang bisa menghimpun semuanya?” Beliau menjawab, “Lisanmu selalu basah karena senantiasa banyak berzikir kepada allah.”(HR ath-Thabrani).
Sumber gambar : https://tarbiyahiium.wordpress.com

Kedua: lisan kita digunakan untuk banyak memberikan nasihat kepada sesama. Sebab, sabda Nabi SAW, “Ad-Din an-nashihah (Agama adalah nasihat).” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW. juga bersabda “Afdhal ash-Shadaqah shadaqah al-lisan”(Sedekah yang paling utama adalah sedekah lisan).”(Asy-Suyuthi, Al-Jami ash-Shaghir, I/91). yang dimaksud antaranya adalah lisan yang mengandung hidayah yang bisa menyelamatkan penuturnya dan orang lain di akhirat (Al-Munawi, Faydh al-Qadir, 8/102).
Sumber gambar : http://bisikantuntutankasih.blogspot.co.id/

Ketiga: lisan kita digunakan untuk dakwah dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Lisan yang mengandung unsure dakwah adalah lisan terbaik dalam pandangan Allah SWT, sebagai firman-Nya yang artinya : Siapakah yang lebih baik ucapannya (lisan-nya) dibandingkan dengan orang yang berdakwah (menyerukan manusia) kepada Allah, beramal shalih dan berkata ”sesungguhnya aku adalah bagian dari kaum muslim.” (TQS Fushilat [41]33).

Demikian pula lisan yang digunakan untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, apalagi terhadap penguasa zalim. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “jihad yang paling utama adalah menyampaikan kata-kata kebenaran di hadapan penguasa zalim.”(HR ath-Thabrani, al-Baihaqi dan al-Hakim).

Dengan itulah, di antaranya, lisan kita akan menjadi mulia, didunia maupun di akhirat. amin.

Semua hal yang berkaitan dengan lisan ini berlaku pula untuk tulisa (seperti yang banyak dilakukan oleh banyak orang di media social [facebook, BBM, WA, Instagram, dsb.] akhir-akhir ini). Sebab, sebagai mana dikatakan oleh sebagian ulama, “Al-Kitabah fi mahal al-maqalah (Tulisan itu sama kedudukannya dengan ucapan[lisan]).” Karena itu tulisan kita pun sebagaimana lisan kita, bisa menjadikan kita mulia atau hina, didunia maupun di akhirat. Semua itu bergantung pada apakah dalam lisan dan tulisan kita terkandung unsur zikir kepada Allah SWT, nasihat, dakwah dan amar makruf nahi mungkar ataukah tidak sama sekali.

Jadi kesimpulannya marilah kita untuk menjaga lisan dan tulisan kita agar tidak menyakiti hati seseorang, tidak menyebarkan fitnah, tidak menggibah, tidak menyebarkan kabar-kabar buruk orang lain, tidak membicarakan orang, dan sebagainya. marilah kita gunakan lisan dan tulisan kita untuk berzikir, berdakwah, menasihati orang-orang yang melakukan kesalahan, dan sebagainya.

mungkin ini yang dapat saya sampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat.
Dan terimakasih sudah berkunjung untuk membaca artikel-artikel kehidupanajip.com ini.

Jika ada kekurangan mohon di koreksi ya…
Dan jika ada iklan-iklan yang kurang berkenan, bisa di informasikan ke kami..
Terimakasih..   


Sumber: koran Media Umat, dan sumber lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Artikel Terpopuler