Pengertian Lengkap Tentang Metabolisme Mahluk Hidup | Metabolisme Adalah?

Oni
metabolisme adalah


Kali ini kita akan membahas tentang metabolisme, disini akan dijelaskan secara singkat pengertian tentang apa itu metabolisme dan jenis-jenisnya. Mari kita simak selengkapnya.

Pengertian Tentang Metabolisme Tubuh Mahluk Hidup


A.PENGERTIAN METABOLISME

Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh seluruh makhluk hidup, proses ini adalah pertukaran zat ataupun sebuah organisme dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yakni “metabole” yang berarti perubahan, dapat anda katakana bahwa makhluk hidup mendapat, mengubah dan mengolah suatu zat melewati proses kimiawi untuk menjaga hidupnya.

B. JENIS-JENIS METABOLISME

Metabolisme mempunyai dua arah lintasan metabolic, yakni :

  1. Katabolisme adalah penguraian sebuah zat menjadi partikel yang lebih kecil guna dijadikan energy.
  2. Anabolisme adalah reaksi untuk menyusun senyawa organic dari molekul molekul tertentu supaya dapat diserap oleh tubuh.


C. PROSES METABOLISME

Didalam tubuh terjadi 3 proses metabolism utama yakni :

1. Metabolisme Karbohidrat

Metabolisme adalah proses yang dilangsungkan dalam organisme, baik secara mekanis maupun kimiawi. Metabolisme tersebut sendiri terdiri dari 2 proses yakni anabolisme (pembentukan molekul) dan Katabolisme (Penguraian molekul). Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat merasakan proses hidrolisis (penguraian dengan memakai molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.


Ketika makanan dikunyah, makanan bakal bercampur dengan air liur yang berisi enzim ptialin (suatu α amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut). Enzim ini menghidrolisis pati (salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga hingga sembilan molekul glukosa. Makanan sedang di mulut melulu dalam masa-masa yang singkat dan barangkali tidak lebih dari 3-5% dari pati yang sudah dihidrolisis pada ketika makanan ditelan.

Sekalipun makanan tidak berada lumayan lama dlaam mulut untuk dibagi oleh ptialin menjadi maltosa, tetapi kerja ptialin dapat dilangsungkan terus menerus sekitar satu jam setalah makanan sampai di lambung, yaitu hingga isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Selanjutnya kegiatan ptialin dari air liur dihambat oelh zat asam yang disekresikan oleh lambung. Hal ini disebabkan ptialin adalah enzim amilase yang tidak aktif ketika PH medium turun di bawah 4,0.
Setelah santap dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari), makanan lantas bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum di pecah akan dipahami oleh amilase yang didapatkan dari sekresi pankreas. Sekresi pankreas ini berisi α amilase yang kegunaannya sama dengan α-amilase pada air liur, yaitu memcah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati pada umumnya nyaris sepenuhnya diolah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya sebelum melalui lambung.

Hasil akhir dari proses pencernaan ialah glukosa, fruktosa, glaktosa, manosa dan monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa tersebut lantas diabsorpsi melewati dinding usus dan diangkut ke hati oleh darah.

Glukosa sebagai di antara hasil dari solusi pati akan mengalami dua proses di dalam hati,yaitu:

  • Pertama, Glukosa bakal beredar bareng aliran darah guna memenuhi keperluan energi sel-sel tubuh
  • Kedua,jika di dalam hati terdapat keunggulan glukosa (gula darah), glukosa akan diolah menjadi glikogen(gula otot) dengan pertolongan hormon insulin dan secara otomatis bakal menjaga ekuilibrium gula darah. Glikogen di simpan di dalam hati, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, glikogen diolah kembali menjadi glukosa dengan pertolongan hormon adrenaline.


2. Metabolisme Protein

Protein dalam makanan nyaris sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran. Protein dipahami di lambung oleh enzim pepsin, yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin dapat mencerna seluruh jenis protein yang berada dalam makanan. Salah satu urusan terpenting dari penceranaan yang dilaksanakan pepsin ialah kemampuannya untuk memahami kolagen. Kolagen adalah bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.
Pepsin mengawali proses pencernaan Protein. Proses pencernaan yang dilaksanakan pepsin mencakup 10-30% dari pencernaan protein total. Pemecahan protein ini adalah proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus. Ketika protein meninggalkan lambung, biasanya protein dalam format proteosa, pepton, dan polipeptida besar. Setelah menginjak usus, produk-produk yang sudah di pecah mayoritas akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik, seperti tripsin, kimotripsin, dan peptidase. Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil. Peptidase lantas akan mencungkil asam-asam amino.

Asam amino yang ada dalam darah berasal dari tiga sumber, yaitu penyerapan melewati dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, dan hasil sintesis asam amino dalam sel. Asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang didapatkan dari proses penguraian protein dalam hati diangkut oleh darah untuk dipakai di dalam jaringan. Dala urusan ini hati bermanfaat sebagai pengatur fokus asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak ditabung dalam tubuh, melainkan akan dibongkar di dalam hati menjadi senyawa yang berisi bagian N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida), serta senyawa yang tidak berisi bagian N. Senyawa yang berisi bagian N bakal disintesis menjadi urea. Pembentukan urea dilangsungkan di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang bisa menghasilkan enzim arginase. Urea yang didapatkan tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga diangkut bareng zat-zat lainnya mengarah ke ginjal laul dikeluarkan melewati urin. Sebaliknya,senyawa yang tidak berisi bagian N bakal disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak, sehingga bisa di oksidasi di dalam tubuh guna menghasilkan energi.


3. Metabolisme Lemak

Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung sebab di lokasi tersebut tidak ada enzim lipase yang bisa menghidrolisis atau memecah lemak. Pencernaan lemak terjadi di dalam usus, karena usus berisi lipase.

Lemak terbit dari lambung masuk ke dalam usus sehingga memicu hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin mengakibatkan kantung empedu berkontraksi sehingga menerbitkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari). Empedu berisi garam empedu yang memegang peranan urgen dalam mengemulsikan lemak. Emulsi Lemak adalah pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai butiran lemak yang berukuran lebih kecil.ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan mempermudah hidrolisis lemak oleh lipase yang didapatkan dari penkreas. Lipase pankreas bakal menghidrolisis lemak teremulsi menjadi gabungan asam lemak dan monoligserida (gliserida tunggal). Pengeluaran cairan penkreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam menambah jumlah elektrolit (senyawa penghantar listrik) dan cairan pankreas, serta pankreoenzim yang berperan untuk memicu pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Absorpsi hasil pencernaan lemak mayoritas (70%) terjadi di usus halus. Pada masa-masa asam lemak dan monogliserida di absorpsi melewati sel-sel mukosa pada dinding usus,keduanya diolah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan format partikel-partikel kecil Saat dibutuhkam,timbunan lemak tersenit akan dibawa menuju hati.

Itulah pengertian menyeluruh tentang metabolisme, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kalian. silahkan share ke teman-teman kalian supaya mereka memahami informasi ini.


Referensi Artikel : softilmu.com, Google.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Artikel Terpopuler